Sang Pembantai ..

Posted by Ahmad Muizzudin | 9:52 PM | 1 comments »


Kalo yang sering nongkrong di depan layar kaca. Pasti tahu tentang telah dieksukusinya Rio Alex Bullo atau lebih dikenal Rio Martir sang pembantai dengan martir. pada Hari Jum’at pukul 00.00 Rio Martir telah menerima ‘hadiah’ akibat perbuatanya membunuh 5 orang korban, 4 diantranya dibunuh dengan menggunakan Martir.



Belum lama ini juga kita dikejutkan dengan berita tentang ryan sang penjagal dari jombang. Tak Tanggung-tanggung jumlah korbannya mencapai 11 orang atu lebih, polisi masih terus mencari kemungkinan ada korban lain yang masih belum ditemukan. Dari sisi jumlah korban sang penjagal ini sebenarnya berhak mendapatkan hadiah dari MURI.

Kalo dipikir-pikir.. ko bisa ya mereka berbuat sekejam itu. Membayangkannya saja saya ga berani apalagi melakukannya. Kalo motifnya ekonomi, kenapa bakat menjagal itu tidak disalurkan melalui sektor lain. Ryan Misalnya kanapa tidak menjadi penjagal sapi atau kambing, di tempat saya profesi penjagal sapi masih laku, tarifnya cukup mahal. Apalagi pas hari raya idul adha pasti laris., tarifnya bisa naik 100% dari Rp. 25.0000 menjadi 50.000 per ekor. Atau Rio Martir kalo dia hoby ngetok palu kenapa tidak jadi hakim saja bukankah gajinya besar apalgi kalo kerjasama dengan koruptor, pasti mendadak jadi kaya. Mungkin pemerintah perlu menyalurkan bakat pembantai ini supaya mereka tidak asal bantai…

Kebiasaan membantai sebenarnya, bukan hanya milik mereka berdua. Di dunia politik malah lebih parah lagi. Bantai membantai dah jadi kebiasaan mereka.Sebut saja sang pembantai dari Serbia Radovan karadzic pembantai muslim bosnia..Trus yang sekarang masih berkuasa sang maestro pembatai rakyat Irak George W bush. Preisden USA ini berhasil mebunuh ribuan rakyat irak yang tak berdosa.

Sang pembantai lain yang tidak kalah sadisnya adalah para koruptor. Walaupun mereka tidak membunuh secara langsung tapi dampak yang diakibatkannya bisa lebih parah dari pembantai konvensional ala Ryan dan Rio. contoh korupsi dana BLBI sebesar 600 trilyun lebih. Yang lagi rame korupsi Dana Bank Indonesia sebesar 21,6 Milyar oleh 52 anggota komisi IX DPR periode 1999-2004 (Sumber: Kompas 29 Juli 2008). Berapa darah rakyat yang dihisap oleh para koruptor dan berapa nyawa yang dapat dihidupi dengan jumlah uang yang dikorupsi tersebut?. Mereka semua (sang pembantai) memiliki sifat sama, pembunuh berdarah dingin, tak peduli siapa korbanya yang penting tujuan mereka tercapai.






Read More......

Setuju ga kalo aq katakan? “ ternyata memiliki blog itu sangat menyenangkan”, pasti setujukan? Butktinya kamu sekarang lagi ngeblog… hayooo jangan boong lo ! minimal kalopun ga punya yaa baca-baca blog oranglainpun sudah cukup menyenangkan. Apalagi kalo punya blog. Ibarat seorang anak kecil yang punya mainan baru.. kemana-mana selalu dibawa, selalu kepikiran….

Begitu juga dengan aq beberapa hari ini kepikiran terus dengan blog. Gimana cara mempercantik blog, gimana cara menulis di blog, gimana supaya blogku dibaca orang banyak, gimana supaya blogku berada di urutan teratas search engine, gimana dapat duit dari blog dan beribu macam gimana ada dalam benaku. Moga azza ga gila karena blog hehehe...atau terkena penyakit blogholic, wah jangan sampe deh…. Yang pasti sih kena penyakit botak eh gundul. Ga percaya? Coba azza jawab pertanyaan beribu macam gimana tadi pasti rambutmu berubah kaya Einstein :-))

Kata kang Agus Hery sih bilang ngedit blog itu mengenyangkan. Wah, yang ini pasti boong banget, yang bener bikin laper. soalnya semalam aq ngutak ngatik blog dari ba’da sholat I’sya ampe jam 3 pagi. Pas jam 7 pagi aq kelaparan. Iya sih waktu ngeblognya kenyang alias lupa makan. Kalo dari sisi Keilmuan, so pasti deh bikin kenyang.. banyak ilmu kanuragan blog yang kita dapet. Itu bagi yang ga males belajar apalagi yang suka bahasa program kompi. Wah tambah kenceng deh larinya. Bagi yang males juga bisa nambah ilmu, itu tuuu .. “ilmu nyontek sana sini” kaya di SMA dulu.

Ngomong-ngomong soal nyontek di SMA, dulu aq pernah ….. “STOP !! kepanjangan tuh tulisannya, nti pada bosen bacanya, nti gada yang mo ngomentarin deh..
Dah dulu ah .. takut laper lagi bisa berabe deh., tapi ga usah khawatir pasti disambung lagi. Met ngeblog ya…. Eh tunggu dulu !! isi dulu komentarnya baarruuu keluaar okey ! 

Read More......

Take it easy man !!

Posted by Ahmad Muizzudin | 8:12 PM | | 0 comments »

Take it easy !!, semua orang tentu paham dengan ungkapan bahasa inggris ini.

“Santai saja lah !!“ itu kira2 mereka mengartikannya. Setuju atau tidak, Uangkapan ini sangat membantu terutama ketika sedang dalam posisi sulit, terdesak, maju kena mundur kena. walaupun tidak menyelesaikan masalah, setidaknya sedikit dapat merefresh pikiran yang sedang overload akibat bejibunnya masalah. Kaya komputer kalo lagi macet dikit, yaa direfresh azza


“Santai sajalah nanti juga akan selesai !!"

"Santai sajalah nati juga akan sembuh !!"

"Santai sajalah, nanti juga ……!!"

Benarkah semudah itu !! atau hanya ungkapan kepasrahan ketika masalah itu tak kunjung selesai. Atau hanya sebagai pelarian ketika kita enggan menghadapi masalah yang sangat pelik. Berharap masalah akan selesai dengan bersantai atau selesai sendirinya seiring berubahnya waktu, tentu sangat mustahil. Tapi sekedar untuk meringankan beban pasti akan berhasil.

Hidup cuma sekali. ngapain dibikin pusing. ada masalah? pasti dong... namanya juga hidup. kalau ga mau punya masalah ya... pake gelar alm saja pasti beres. itupun hanya di dunia, di akhirat ga dijamin deh.

Dari pada pusing, lebih baik pake azza resepnya Aa gym, dijamin pasti cesh pleng. Kalo di pake ..

Kiat menghadapi masalah ala Aa Gym :
Jangan Panik
Jangan Emosional
Jangan Tergesa-gesa
Jangan Larut Mendramatisir
Jangan Pernah Putus Asa
Kalau kelima nya digabung, jadi "Take it Easy !!" atau e-izzy man!! :-)


Read More......

Model Keluarga Muslim

Posted by Ahmad Muizzudin | 3:03 AM | | 1 comments »

1. Ketika akan menikah

Janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. Ketika melamar

Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orangtua/wali si gadis.


3. Ketika akad nikah

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.

4. Ketika resepsi pernikahan

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5. Sejak malam pertama

Bersyukur Dan Bersabarlah, Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6. Selama menempuh hidup berkeluarga

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri

7. Ketika biduk rumah tangga oleng

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan.

8. Ketika belum memiliki anak

Cintailah isteri atau suami anda 100%.

9. Ketika telah memiliki anak

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. Ketika ekonomi keluarga belum membaik

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11. Ketika ekonomi membaik

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12. Ketika anda adalah suami

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.

13. Ketika anda adalah isteri

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14. Ketika

mendidik anakJangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.

15. Ketika anak bermasalah

Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.

16. Ketika ada PIL

Jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.

17. Ketika ada WIL

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18. Ketika memilih potret keluarga

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

19. Ketika ingin langgeng harmonis

Gunakanlah formula 6 k :

- Ketaqwaan
- Kasih sayang
- Kesetiaan
- Komunikasi dialogis
- Keterbukaan
- Kejujuran

Read More......

Sisi Manusiawi Rasullah SAW

Posted by Ahmad Muizzudin | 11:11 PM | | 0 comments »

Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.


Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?"
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan')

Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah."
Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.


Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :
"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."


Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw
menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"

Jawab baginda dengan lunak,
"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

Read More......